Minggu, 05 April 2009

MODUS KEJAHATAN TERHADAP PENUMPANG TAKSI

Modus kejahatan di jalan semakin beragam,di kota-kota besar angka kriminalitas sangat tinggi. Kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Kita hanya bisa menghindari dan mencegahnya. Saat menjadi korban,keberanian bertindak sangat dibutuhkan.

Beberapa waktu yang lalu masih sedar dalam ingatan kita tentang tertangkapnya kelompok pelaku perampokan terhadap penumpang Taksi yang korbannya (kebanyakan wanita) para pekerja kelas menengah yang baru saja pulang kantor pada waktu tengah malam atau dini hari.

Modusnya pun beragam, Ada dugaan Pelaku bekerja sama dengan "supir tembak" yang memanfaatkan kendaraan milik temannya. Ketika korban naik taksi tersebut, taksi tersebut seolah-olah dicegat di tengah jalan oleh para pelaku. Tetapi ada juga supir taksi yang menjadi Pelaku perampokan terhadap penumpangnya sendiri. Biasanya Pelaku akan merusak handel pintu taksinya agar korban tidak bisa leluasa keluar dan melarikan diri dari Taksi ketika sedang melakukan aksinya.

Dengan meningkatnya aksi kejahatan jalanan yang cukup tinggi di jakarta, taksi merupakan angkutan alternatif bagi pekerja kelas menengah untuk berpergian. Tetapi dengan semakin maraknya aksi kejahatan terhadap penumpang taksi, maka Anda menjadi penumpang yang cerdas dan selalu waspada.

Tips menghindari kejahatan dalam taksi :

1. Jika untuk jarak jauh atau tidak terburu-buru, pesan taksi melalui

telepon, sehingga ada catatan pemesan dan pengemudi yang mengantarnya di perusahaan taksi tersebut.

2. Bila naik taksi di jalan, pilihlah armada taksi yang dikenal yang mempunyai track record yang baik.

3. Periksa handel pembuka pintu, dan kaca, apakah berfungsi dengan baik? Biasanya pelaku akan merusaknya sehingga menyulitkan Anda ketika akan keluar atau melarikan diri.

4. Periksalah foto dikartu pengenal, cocokkan dengan wajah pengemudi apakah sama? Juga periksa dan cocokkan juga nomor lambungnya. Jika meragukan, sebaiknya dibatalkan saja.

5. Setelah naik taksi, informasikan kepada teman/saudara melalui sms atau telepon jenis taksi yang digunakan beserta nomor lambungnya jika sms,sekalian beritahu identitas Pengemudi di kartu pengenal.

6. Tentukan rute Anda, jika supir taksi membawa Anda ke rute yang berbeda dengan beragam alasan sebaiknya Anda turun dari Taksi tersebut.

7. Ini cara yang cukup sering saya anjurkan ke teman/saudara saya. Berpura-pura telepon seseorang yang berprofesi sebagai seorang polisi dan seolah-olah Anda janjian bertemu di tempat yang dituju. Berutahukan juga rute, jenis taksi dan nomor lanbung taksi Anda.
Bisa dengan kalimat "Mas, T.O yg kemarin sdh ditangkap kan/lagi dinas di polsek? Saya naik taksi .... nomor lambung.... lewat.... Mas tunggu di .... (lokasi yg anda tuju) aja ya."

Semoga tulisan saya bermanfaat bagi Anda semua, mau tahu modus kejahatan lainnya? Nantikan Postingan saya berikutnya.

1 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar anda agar kita bisa saling berbagi. Untuk email silahkan kirim ke modus.kejahatan@gmail.com
Silahkan copy paste dengan syarat menuliskan sumber atau alamat Blog ini

Tulisan yang berkaitan

 

TULISAN TERBARU

Pengikut

KOMENTAR TERBARU