Senin, 13 April 2009

MODUS PEMBIUSAN PERAMPOKAN DENGAN MENAWARKAN AIR MINUM DALAM KEMASAN

Modus ini termasuk modus kejahatan lama,tapi tidak ada salahnya Saya menceritakan bagaimana modus ini dan tip untuk menghindarinya. Masih ingat berita beberapa waktu lalu? Seorang wanita muda bernama Devi yang diduga korban pembiusan, perampokan dan pemerkosaan yang ditemukan warga dan dirawat sekitar seminggu di pos ronda yang kemudian meninggal dunia. Agar tidak ada lagi korban seperti Devi dan jangan sampai terjadi kepada orang-orang yang kita sayangi.

Modus ini biasanya ramai ketika sedang terjadi lonjakan penumpang di terminal ketika libur panjang, biasanya pada saat arus mudik lebaran idul fitri. Korbannya adalah para penumpang Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Biasanya Pelaku beraksi di dalam Bus penumpang dengan rute dekat seperti Jakarta-Bandung atau Jakarta-Solo dan Pelaku berkeliaran merata hampir di seluruh Terminal di Jakarta terutama Pulo Gadung, Kampung Rambutan, Kali Deres dan Lebak Bulus.

Pelaku pada awalnya bersikap ramah dan mengajak ngobrol seolah-olah mereka hendak naik Bus dengan rute yang sama. Setelah dirasa Anda adalah mangsa yang empuk, Pelaku akan ikut naik dan duduk di sebelah Anda dan Anda pun tidak mencurigainya karena dari awal sudah berkenalan dan bercakap-cakap dengan Pelaku. Diatas Bus Pelaku kemudian akan menawarkan minuman ringan (soft drink) yang segar yang rasanya manis. Bisa berupa teh dalam kemasan, sari buah ataupun minuman segar lainnya. Korban pun kemudian


menyeruputnya sampai habis, lalu tidur Tahu-tahu dirinya baru bangun tersadar setelah badannya digoyang-goyang oleh Kernet Bus atau Pengurus Terminal. Dan korban telah kehilangan semua barang berharga yang dibawanya, mulai dari tas, pehiasan, handphone dan dompet. Pokoknya habis bis, ludes des.

Agar Anda tidak mencurigai minuman yang ditawarkan, Pelaku memasukkan obat biusnya dengan cara disuntikkan ke dalam kemasan sehingga tidak merusak segel dan terlihat rapi. Pelaku biasanya menggunakan Dia***** atau Mid****** karena obat jenis ini mudah didapat di apotek dan di pasar gelap.(Saya tidak berani menulis secara lengkap nama obat tersebut karena takut ada orang yang menyalahgunakan Tulisan yang saya buat). Masih banyak jenis obat bius yang bisa digunakan oleh para Penjahat dengan modus seperti ini tapi saya tidak berani menulisnya.

Tips menghindarinya:

1. Seperti biasa, jangan menggunakan perhiasan yang mencolok dan sok gaya, Saya tidak pernah pakai baju rapi kalau pulang kampung. Cukup celana pendek, kaos oblong, jaket dan uang buat ongkos secukupnya.

2. Jangan menerima minuman dari orang yang baru Anda kenal, tolaklah dengan halus. Saya biasanya membawa minuman dan makanan sendiri walaupun cuma 1 botol termasuk permen. Jadi ketika ada orang yang menawarkan, Anda bisa berkata "Terima kasih, saya sudah bawa minuman sendiri"

3. Polisi dan Petugas Teminal supaya membuat Spanduk yang besar di setiap terminal dan menempelkan stiker di setiap Bus antar kota, tentang modus kejahatan ini agar para penumpang bisa waspada dan tidak menerima minuman pemberian orang yang baru dikenal.

Masih ada lagi modus pencurian terhadap penumpang dengan modus obat bius seperti ini, mau tau bagaimana caranya? Nantikan Postingan saya selanjutnya.

6 komentar:

suwung mengatakan...

semoga diriku ngak tertimpa ini

Daniel Bachrul Rohmat mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
modus kejahatan mengatakan...

@suwung: iya, semoga anda dan teman-teman blogger lainnya tidak menjadi korban kejahatan. Sebarkan link blog ini agar orang-orang yang anda sayangi juga tidak menjadi korban kejahatan. Terima kasih kunjungannya

melih mengatakan...

ngeri juga, hiiiiiiii

Daniel Bachrul Rohmat mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
modus kejahatan mengatakan...

@ melih: ya iya lah.... masa ya iya dong? Duren aja dibelah, masa dibedong? He he he.
Biasanya sebagian korban pembiusan ini laki2, agak sulit bagi Penjahat laki2 untuk mengakrabkan diri dengan calon korban wanita. Kecuali Penjahat tersebut berwajah tampan, baik hati, rajin menabung dan suka membantu ibu (maaf bercanda).
Untuk kasus Devi, menurut saya kemungkinan Pelaku menggunakan obat bius hirup yang sangat kuat yang bernama Clo***** dengan modus Tisu Basah (Nanti akan saya buat Postingannya). Jd Pelaku cukup duduk di sebelah korban sambil mengiibaskannya atau memposisikan tisu tersebut dekat hidung Korban sehingga korban akan tidak sadarkan diri.

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar anda agar kita bisa saling berbagi. Untuk email silahkan kirim ke modus.kejahatan@gmail.com
Silahkan copy paste dengan syarat menuliskan sumber atau alamat Blog ini

Tulisan yang berkaitan

 

TULISAN TERBARU

Pengikut

KOMENTAR TERBARU