Kamis, 19 Maret 2009

PEMERASAN; PASAL 368 KUHP

Dalam ketentuan Pasal 368 KUHP Tindak Pidana Pemerasan dirumuskan dengan rumusan sebagai berikut:
1. Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain, atau supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang, diancam, karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama


9 tahun.
2. Ketentuan Pasal 365 ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) berlaku dalam tindak pidana ini.

14 komentar:

Anonim mengatakan...

kasus saya seperti ini saya berbisnis dengan teman, 3 bulan kemudian saya musibah dan saya telah ganti modal teman saya itu, kemudian nanti klo saya sudah jalan lagi saya kasih untung ,kita jlan pake modal saya ,lantas di tengah jalan saya belum mulai dia sudah minta untungngya mengancam saya karena saya berhutang,padahal hutang itu jatuh klo saya sudah profit bagaimana kah ini?

Anonim mengatakan...

Sedikit menjawab, itu kasus perdata, anda tidak usah takut, dan ga bakal di pidana, apalagi modal teman anda sudah balik

ahmad fadly mengatakan...

Saya trkena musibah kclakaan tunggal, dan saya di tabrak dr blkng dan yg luka adlah korban yg mnabrak dan saya sudah brtanggung jawab atas biaya pngobatan, tetapi si korban tetap ngotot mnta ganti rugi
Apkah itu trmasuk pemerasan?

Ali Santoso mengatakan...

Di Desa kami baru-baru ini melaksanakan pilkades, dimenangkan pihak luar. Tidak berapa lama dari pelantikan massa pendukung dari pemenang meminta separo hasil panen dari tanah bengkok untuk diserahkan kepada kepala desa terpilih pada orang-orang penggarap tanah tersebut(orang-orang kepala desa lama), tahu-tahu dilaporka pasal perampasan orang-orang yang mengambil hasil panen itu. kok bisa?

irwan ardiansyah mengatakan...

Minggu kmrn, saya berurusan dengan kepolisian surabaya dengan kasus menjadi korban pemerasan dan pelaku sudah tertangkap. Barang bukti yg diamankan polisi sejumlah uang 1,4jt stnk kendaraan dan handphone. Polisi sengaja memperpanjang mslh dgn alasan bla bla bla..stlh mslh tuntas, stnk dan handphone tsb tidak jg dkembalikan kepada saya dgn berbagai alasan.tp saya tahu maksud dr polisi tsb. Mereka mengharapkan sejumlah uang utk menebus barangbukti tsb. Stlh saya nego, kembali terjadi pemerasan antar polisi dan saya.ckckck
Perbuatan yg harusnya tidak dlakukan oleh seorang penegak hukum. Bukannya menolong,mengayomi,menjaga masyarakat malah memeras korbannya."Polsek gayungan"

Putri Tidur mengatakan...

saya bermasalah dengan ibu kost saya. jadi saya pasang wifi dikamar bulan oktober, kemudian bulan november awal ibu kost saya datang dan secara tiba tiba meminta saya untuk memberi dia uang 500.000 karna tagihan listrik naik, yang tadinya 200.000. dia berasumsi kalau tagihan listrik naik karna saya pasang speedy (padahal speedy tidak ada hubungannya dengan listrik). dan setiap hari saya didatangi untuk diminta sejumlah uang atas dasar tagihan listrik. sementara saat ini saya sedang mencaritahu apa penyebab tagihan listrik naik, tapi ibu kost saya tetap datang tiap hari, berkesan memaksa untuk bayar saat itu juga. apa itu tindak pemerasan? sedangkan tidak ada bukti jelas kenapa saya harus bayar sejumlah uang ke dia. mohon pencerahannya, saya merasa diperas dari segi finansial, padahal beliau tahu saya seorang mahasiswa yang belum punya pemasukan. terima kasih.

Dirgantara Nurudin mengatakan...

La ya bisa om. Masalahnya yang berhak menyita / mengambil itu hsrus dengan dasar putusan pengadilan. Bukan sembarang orang. Seharusnya lurah terpilih melaporkan ke penegak hukum dengan membawa bukti2 serta saksi.kl gak kan bisa di musyawarahkan bersama, sehingga tidak ada yang dirugikan. Itu lebih baik

Dirgantara Nurudin mengatakan...

Uang dan stnk itukan di jadikan bb, yang harus di hadirkan pada saat persidangan. Kl sudah putusan pasti hakim akan mengembalikan kepada pemilik semula.

Anonim mengatakan...

Pak sya pengen bertanya,, ad kejadian sy sama teman sya,,brantem masalahnya sepele,,dy tdk mengakui ap yg dy bilng,, trus dy katain2 su trud dy juga mw pukul,, dy mengancam sy mw di ks berdarh saya kalau tidak dia bunuh,, sedangkan sy tdk salh,,gimna pendapat bpak? Dan pasal brpa yg pas buat bawa sj d pihak yang berwajib,, dan hidup sy gk tenang skli

rio cristanto mengatakan...

Pak saya mau bertanya tentang kasus penipuan.contohnya.. Jika saya sudah di penjara, apakah setelah keluar saya masih harus ganti uang hasil penggelapan itu..?

rio cristanto mengatakan...

Pak saya mau bertanya tentang kasus penipuan.contohnya.. Jika saya sudah di penjara, apakah setelah keluar saya masih harus ganti uang hasil penggelapan itu..?

roni mengatakan...

Ada yang pake jasa saya untuk paket usaha warnet, waktu itu sudah terpasang, tapi belum diinstal dan daftar internet, dikarenakan ada tugas pkok yg tdk bs ditinggalkan, bbrapa kali saya ngasi waktu, trnyata mleset juga, tpi akhirnya saya sudah benar2 siap beresin tuh tgs saya yg belum rampung, tapi kburu dia nolak dan pengen balik duit, tpi msalah nya uangnya udah ada dibarang, sdangkan barangnya ditahan sama dia. skr ngancam2 akan lapor polisi kl saya ga pulangin tuh duit. wktu abis jtuh tempo saya blm dpt jga duit buat bayar, akhrnya katanya udh lapor sama polisi, tpi wkt di cek ke polsek trnyta ga ada lporan apa2, yg lbh parahnya dia minta ganti rugi buat cabut laporan ke polsek, pdhl blm prnah ada laporan. kira2itu kena nya pasal apa buat yang ngaku2 dan ngancam spt itu?...

Unknown mengatakan...

ada org mau minta uang 20 jt gan lewat sms kemudian uang trsbt blm saya beri kepada org yg sms tersebut,uang 20 jt tersebut untk menyelesai kan masalah agr mslh y tidak.di lanjut,apakah bisa di kena kan pemerasan tu gan mksh.tlng di jwb

Ambar sinarsuryaindoprima mengatakan...

Kasus ini seperti kasus saya tgl 19 Mei 2016 Pukul 07.55 saya hendak berangkat kerja.di jalan yg sepi pada saat saya hendak belok kiri,kearah pom bensin ingin kompa angin ban belakang saya.
Saya membawa motor Beat Merah B... KQE dan keserempet oleh mobil Mazda berwarna abu-abu B.1729 TRT ,
pada saat saya terjatuh dan tertiban motor, boro boro yang nabrak saya menolong saya. dia(wanita) pembawa mobil langsung mengambil kunci motor saya. lalu saya ditodong utk dimintai STNK, dan KTP saya. dan ditambah lagi dia meminta ganti rugi (batok spion yang patah). padahal kalau di lihat kaca spion dia tidak pecah, masih bisa berfungsi di tutup dan dibuka.
entah wanita ini kerasukan apa, saya merintih kesakitan karena luka yg dikaki kiri saya berdarah banyak dia enggak ada rasa prihatin sama sekali.
lalu saya minta maaf, dia tidak menerima minta maaf saya. dia minta tuntutan utk memperbaiki batok spion yg patah. saya diminta utk tukeran stnk dan ktp saya kasih ke dia, dengan kunci saya dibalikan. lalu saya dibawa ketempat bengkel Mazda di area KRANJI BEKASI.
pada saat estimasi harga penggantian rugi, saya melihat total nya sekitar Rp. 2.900ann.. hampir 3 juta. ini namanya pemerasan, dan penodongan, ditambah lagi menagmbil dokumen surat motor saya.
saya kesal, dan marah. lalu saya telp bapak saya dan kita dibawa kepolres bekasi.

intinya pada saat di polres, wanita ini mengaku korban..
Lalu ? saya ?

Poskan Komentar

Silahkan tuliskan komentar anda agar kita bisa saling berbagi. Untuk email silahkan kirim ke modus.kejahatan@gmail.com
Silahkan copy paste dengan syarat menuliskan sumber atau alamat Blog ini

Tulisan yang berkaitan

 

TULISAN TERBARU

Pengikut

KOMENTAR TERBARU