Kamis, 23 April 2009

MODUS PENCURIAN PERAMPOKAN DENGAN CARA PURA PURA BERTAMU ( II )

Bebarapa waktu yang lalu Saya telah membuat tulisan tentang modus perampokan dengan cara pura-pura bertamu. Nah sekarang say akan menjelaskan modus pencurian dan perampokan dengan modus yang hampir sama. Entah bagaimana caranya, mereka selalu mengetahui jika pemilik rumah sedang tidak ada, sehingga mereka selalu berhasil memperdayai para pembantu atau pekerja yang ada di rumah tersebut. Mungkin mereka cukup lama "menggambar" situasi rumah tersebut sebelum beraksi. Kenapa saya menyebutnya mereka? Karena biasanya pelaku berjumlah 2 orang.

Seperti biasa, para Pelaku kejahatan akan menggunakan modus yang baru setiap modus mereka mulai diketahui atau dibaca oleh para calon korbannya. Sekarang mereka memperdayai calon korbannya dengan mengaku sebagai utusan yang akan mengukur luas kamar Pemilik rumah dengan alasan Pemilik rumah akan merenovasi kamarnya atau membeli tempat tidur atau membeli Lemari pakaian baru sehingga mereka harus mengukur panjang dan lebar kamar pemilik rumah.

Setelah pembantu percaya dan mempersilahkan mereka masuk untuk mengukur kamar pemilik rumah, maka


biasanya Pembantu akan membuatkan minuman ketika pembantu sedang membuat minuman, mereka langsung beraksi membongkar lemari yang diduga sebagai tempat menyimpan barang berharga dan secepat mungkin pergi meninggalkan rumah tersebut sebelum pembantu menyadarinya. Tentunya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan hal tersebut.

Tetapi jika rumah yang di incar tidak bertingkat dan jendela kamar tidak dilengkapi dengan teralis, maka pelaku akan melakukannya dengan cara yang lebih halus, pelaku akan membuka kunci jendela kamar tersebut ketika pembantu lengah. Kemudian setelah selesai mengukur kamar mereka akan kembali ke ruang tamu lagi untuk meminum suguhan dari pembantu. Kemudian salah seorang pelaku akan pura-pura membeli rokok, padahal dia akan masuk ke kamar pemilik rumah lewat jendela yang sudah dibuka kuncinya tadi. Sedangkan pelaku yang lain akan mengalihkan perhatian pembantu dengan mengajaknya ngobrol tentang apa saja. Ketika pelaku yang bertugas menguras harta di dalam kamar pemilik rumah telah kembali dari membeli rokok, itulah tanda bahwa pekerjaan telah dilaksanakan dan mereka siap pergi. Maka pasal yang dikenakan kepada pelaku dengan modus seperti ini adalah 363 KUHP atau pencurian dengan pemberatan sehingga ancaman Pidananya tidak terlalu berat.

Jika hasil yang didapat kurang memuaskan, mereka akan melakukan cara terakhir, yaitu cara yang kasar. Mereka akan menodong dan memaksa pembantu untuk menunjukkan dimana tempat pemilik rumah menyimpan harta berharganya. Cara ini juga dengan terpaksa akan dilakukan ketika mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk beraksi ataupun ketika sedang beraksi, mereka kepergok pembantu atau pemilik rumah. Jika mereka menggunakan cara ini, maka Pasal yang dikenakan menjadi Pasal 365 KUHP yaitu pencurian dengan kekerasan yang ancamannya lebih berat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tuliskan komentar anda agar kita bisa saling berbagi. Untuk email silahkan kirim ke modus.kejahatan@gmail.com
Silahkan copy paste dengan syarat menuliskan sumber atau alamat Blog ini

Tulisan yang berkaitan

 

TULISAN TERBARU

Pengikut

KOMENTAR TERBARU